Workshop kewirausahaan untuk pemberdayaan karang taruna dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) purna

Naning Kristiyana, Adi Santoso, Siti Chamidah, Fery Setyawan

Abstract


Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi selain itu juga bertujuan untuk memberikan solusi kepada mitra untuk dapat membantu memecahkan permasalah-an mereka. Reog Ponorogo berbulu merak, merak dapat sebagai ciri khas daerah Ponorogo, karena motif ini dianggap menarik dan banyak disukai para konsumen. Selain batik, peluang usaha yang bisa muncul dari inspirasi bulu merak adalah asesoris dan pernak pernik.Hal ini dikarenakan tipe produk ini disukai banyak segmen, harga yang bervariasi serta memunculkan banyak ide kreatif darinya. Permasalahan yang timbul di Desa Winong diantaranya adalah lambatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hasil pertanian dari masyarakat sebagian besar hanya cukup dimakan sendiri dan untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Pelaku pertanian di desa mayoritas adalah laki-laki, sedangkan wanita dalam usia kerja lebih banyak menjadi TKW, ibu rumah tangga dan pekerja kasar (kuli). Wanita yang menjadi TKW seolah terlihat sejahtera, tapi keba-nyakan lebih diarahkan pada arah konsumtif, dan kurang memperhatikan unsur produktif, apalagi ketika menjadi purna TKW.Wanita sebagai ibu rumah tangga sebagian kecil lebih banyak menganggur. Wanita yang sebagai pekerja kasar di desa ini cukup banyak, karena menjadi pasar tenaga kerja yang baik bagi pemborong proyek jalan raya. Pelatihan teknis dan pengembangan produk bulu merak diharapkan mampu menambah pengetahuan dan ketrampilan TKW purna dan Kelompok PKK serta karang taruna untuk men-ciptakan usaha sendiri sehingga dapat membantu ekonomi keluarga yang lebih baik.


Keywords


pemberdayaan masyarakat; TKW Purna; Karang Taruna

Full Text:

Fulltext PDF

References


Arifin, I. N. (2014). Analisis penyelenggaraan Festival Reyog Nasional XX tahun 2013 untuk meningkatkan perekonomian Pemerintah Daerah Ponorogo. (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo).

Atsnan, M., Gazali, R., Maulana, F., & Fajaruddin, S. (2020). Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru-Guru di SLB Negeri Martapura. Jurnal Abdimas Mahakam, 4(1), 29-36. doi:http://dx.doi.org/10.24903/jam.v4i1.548

Griffin, R. W., & Ebert, R. J. (2007). Bisnis. Wardhani, S. (trans). Jakarta: Penerbit Erlangga

Hadiyati, E. (2009). Kajian pendekatan pemasaran kewirausahaan dan kinerja penjualan usaha kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 11 (2): 183-192.

Hilman, Y. A. (2018). Ponorogo is wonderfull (Perkembangan pariwisata di Kabupaten Ponorogo dalam perspektif kewilayahan). Calina Media

Hubeis. M. (2009). Prospek usaha kecil dalam wadah inkubator bisnis. Jakarta: Ghalia Indonesia

Maisaroh, M. S., & Rhesa, Z. (2019). Strategi komunikasi pemasaran dinas pariwisata kabupaten ponorogo dalam meningkatkan brand activation “fantastic ponorogo” (Doctoral dissertation, IAIN SURAKARTA).

Rapini, T., Kristiyana, N., Santoso, A., & Setyawan, F. (2020). Strategi pengembangan produk jipang berbasiskan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran yang kreatif. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 1(1), 12-18. doi:https://doi.org/10.33292/mayadani.v1i1.7

Tambunan, T. (2009). UMKM di Indonesia dan beberapa isu penting. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Wahjuni, E. (2016). Hegemoni pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Grebeg Suro masyarakat Ponorogo. ARISTO, 3(2), 44 - 53. doi:http://dx.doi.org/10.24269/ars.v3i2.5




DOI: https://doi.org/10.33292/mayadani.v1i2.8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Masyarakat Berdaya dan Inovasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License
Masyarakat Berdaya dan Inovasi by https://mayadani.org/index.php/MAYADANI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View Mayadani My Stats