Pelatihan Masyarakat Lansia Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Dalam Rangka Penurunan Resiko Jatuh
DOI:
https://doi.org/10.33292/mayadani.v2i2.70Keywords:
Pengetahuan Penuaan, Keseimbangan Dinamis, Resiko JatuhAbstract
Pada lansia, terjadi penurunan anatomis dan fisiologis pada system organ pada tubuhnya. Penurunan fungsi system organ ini menyebabkan terjadinya penurunan keseimbangan dinamis sehingga meningkatkan resiko jatuh. Pada hasil dialog dengan kader di lokasi pengabdian, terdapat penurunan keseimbangan dinamis yang cukup drastic pada lansia di lingkungan tersebut, sehingga lansia mengeluhkan mudah terjatuh saat melakukan aktivitas keseharian. Jika hal ini tidak segera ditanggulangi, maka resiko untuk terjadinya cedera pada lansia akan semakin besar. Tujuan penelitian ini yaitu ingin melakukan pemaparan pada pendahuluan, pengabdian masyarakat kali ini akan memberikan pengetahuan terkait dengan keseimbangan dinamis dan resiko jatuh, setelah itu lansia akan diberikan latihan untuk mengurangi gejala-gejala tersebut. Metode pengabdian ini diawali dengan pemberian pemaparan materi dengan topik “mengenal penuaan dan efeknya terhadap keseimbangan dinamis dan resiko jatuhâ€, setelah itu diberikan pengukuran keseimbangan dinamis untuk mengetahui seberapa besar resiko jatuhnya lalu diberikan pelatihan tentang bagaimana cara meningkatkan keseimbangan dinamis. Pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang proses penuaan dan efek terhadap keseimbangan dinamis dan resiko jatuh. Sehingga mengurangi resiko jatuh yang sedang dialami. Pemberian pemaparan materi dan latihan kepada lansia dapat mengingkatkan pengetahuan tentang keseimbangan dinamis dan menurunkan resiko jatuh pada lansia.
Â
Downloads
References
Akhmadi. (2008). Menjaga Kesehatan Lanjut Usia Agar Tetap Prima.
Ashofi, F., & Hartanti, R. D. (2016). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kemandirian Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.
Dika, M. (2019). Perbedaan Pengaruh Ankle Strategy Exercise Dan Jalan Tandem Untuk Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Lansia Di Posyandu Ediyuswo Wiratama V Yogyakarta.
Erdiana Sari, Y. (2016). No Title.
Erfandi. (2009). Pengetahuan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. http://forbetterhealth.wordpress.com/2009/04/19/ pengetahuan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.
Fadli, F. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengruhi Minat Lansia Dalam Mengikuti Posyandu Lansia Buko Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Kuncoro. (2010). Dukungan social pada lansia.
L. Chang et al. (2008). An 8T-SRAM for Variability Tolerance and Low-Voltage Operation in High-Performance Caches. Journal of Solid-State Circuits, 43(4, p.), 956–963. https://doi.org/doi: 10.1109/JSSC.2007.917509.
Notoadmodjo. (2010). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Karya.
Nugrahani Pn. (2014). Latihan Jalan Tandem Lebih Baik Daripada Latihan Dengan Menggunakan Swiss Ball Terhadap Peningkatan Keseimbangan Untuk Mengurangi Resiko Jatuh Pada Lanjut Usia (Lansia). Jurnal Fisioterapi., 14(Nomor 2).
Padila. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Nuha Medika.
Pudjiastuti, S. S., & Utomo, B. (2002). Fisioterapi Pada lansia (1st ed.). Buku Kedokteran EGC.
Sari, C. (2013). Sari, C. (2013). Kemandirian pada Lansia. Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2021 Tyas Sari Ratna Ningrum, Veni Fatmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








