Pemanfaatan air limbah tahu dengan penambahan sereh wangi sebagai pupuk organik cair

Siti Mutmainah

Abstract


Salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia dan usaha meningkatkan unsur hara Nitrogen (N), Pospor (P) dan Kalium (K) adalah dengan penggunaan pupuk organik. Salah satu bahan limbah organik yang mudah ditemui dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak segera diolah adalah air limbah tahu. Salah satu kekurangan dari air limbah tahu adalah memiliki bau tidak sedap, selain itu menurut Kasman (2018) Limbah cair industri tahu umumnya memiliki derajat keasaman (pH), Total Suspended Solids (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), amoniak, minyak dan lemak, nitrit, dan nitrat yang tinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi bau tidak sedap yang dihasilkan dari Pupuk organik cair yang terbuat dari air limbah tahu  adalah dengan menambahkan bahan organik lain. Kurangnya pengetahuan petani/masyarakat sekitar Pabrik Tahu-Tempe skala rumah tangga dalam pengolahan limbah cair pabrik yang dapat menjadi salah satu pendapatan tambahan bagi warga sekitar, salah satu solusi yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani maupun masyarakat sekitar pabrik tahu-tempe skala rumah tangga dalam mengelola limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair.


Keywords


Status hara; Lahan sub optimal; Air limbah tahu; Sereh wangi

Full Text:

Fulltext PDF

References


Arfianto, F. (2016). Pengendalian hama kutu daun coklat pada tanaman cabe mengggunakan pestisida organik ekstrak serai wangi. Anterior Jurnal, 16(1), 57–66. http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/anterior/article/view/78

Darwiati, W. (2012). Pestisida nabati untuk pengendalian dan pencegahan hama hutan tanaman. Mitra Hutan Tanaman, 7(1), 1–9.

Kasman, M., Riyanti, A., Sy, S., & Ridwan, M. (2018). Reduksi pencemar limbah cair industri tahu dengan tumbuhan melati air (Echinodorus palaefolius) dalam sistem kombinasi constructed wetland dan filtrasi. Jurnal Litbang Industri, 8(1), 39–46. https://doi.org/10.24960/jli.v8i1.3832.39-46

Kusumawati, K., Muhartini, S., & Rogomulyo, R. (2015). Pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian limbah tahu terhadap pertumbuhan dan hasil bayam (Amaranthus tricolor L.) pada media pasir pantai. Vegetalika, 4(2), 48–62. https://doi.org/10.22146/veg.9274

Mardiningsih, T. L., Fitri, I. N., Setyaningsih, M., & Faruq, H. (2018). Potensi formula minyak cengkeh serai wangi untuk mengendalikan ulat grayak (Spodoptera litura) padatanaman cabai (Capsicum frutescens L.). Warta Balittro: Inovasi Tanaman Rempah Dan Obat, 35(70), 1–21. http://balittro.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2013/06/Warta-Vol.-35-No.-70-Tahun-2018.pdf

Mayura, E., & Idris, H. (2019). Pemanfaatan limbah penyulingan serai wangi sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis Hypogea L.). Journal of Applied Agricultural Science and Technology, 3(1), 67–72. https://doi.org/10.32530/jaast.v3i1.65

Muhajir, M. S. (2013). Penurunan limbah cair BOD dan COD pada industri tahu menggunakan tanaman cattail (Typha Angustifolia) dengan sistem constructed wetland. Universitas Negeri Semarang.

Priambodo, S. R., Susila, K. D., & Soniari, N. N. (2019). Pengaruh pupuk hayati dan pupuk anorganik terhadap beberapa sifat kimia tanah serta hasil tanaman bayam cabut (Amaranthus Tricolor) di tanah inceptisol Desa Pedungan. Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 8(1), 149–160. https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT/article/view/47894




DOI: https://doi.org/10.33292/mayadani.v1i2.17

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Masyarakat Berdaya dan Inovasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License
Masyarakat Berdaya dan Inovasi by https://mayadani.org/index.php/MAYADANI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View Mayadani My Stats