Membangun gen aksi keluarga jujur, keluarga bahagia, sebagai budaya anti korupsi berbasis keluarga

Ayu Linanda

Abstract


Titik nadir perjuangan dalam pembangunan berada pada tangan keluarga. Keluarga memiliki potensial dalam melahirkan nilai-nilai moral kehidupan berbudaya luhur, yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Kontekstual sederhana mengenai pemahaman keluarga memberi arti bahwa keluarga memberi pengaruh individu atau perseorangan, sehingga terbentuklah sebuah karakter yang dibawa saat bersosialisasi dtengah masyarakat. Makna itulah titik awal membangun budaya anti korupsi berbasis keluarga yang sesuai budaya luhur milik Indonesia, dengan harapan peranan keluarga mampu melahirkan dan menciptakan karakter kepemimpinan anti korupsi. Untuk itulah penekanan dukungan terhadap keluarga dalam memberantas korupsi perlu digalakkan. Dalam mewujudkan program pembangunan budaya anti korupsi berbasis keluarga tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan target masyarakat yang bermukim di Kampung Pelangi Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda dan diselenggarakan di Kampung Pelangi Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda, karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap korupsi serta peran keluarga dalam keterlibatannya memberantas korupsi. Tujuan dilaksanakan di Kampung Pelangi Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda untuk mensosialisasikan sebuah konsep yaitu membangun gen aksi keluarga jujur, keluarga bahagia sebagai budaya anti korupsi berbasis keluarga. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan terdiri dari tahap persiapan yaitu pra survei, pembentukan tim, pembuatan dan pengajuan proposal, koordinasi tim dan mitra serta persiapan alat dan bahan pelatihan. Tahap pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi penyuluhan yang diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif. Tahap evaluasi dilakukan dengan perbandingan kondisi mitra sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat melalui metode wawancara dan observasi. Setelah itu, dilakukan penyusunan laporan yang kemudian dipublikasikan.


Keywords


Gen; Anti Korupsi; Keluarga Jujur.

Full Text:

Fulltext PDF

References


Atsnan, M. F., Gazali, R. Y., Maulana, F., & Fajaruddin, S. (2020). Pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru-guru di SLB Negeri Martapura. Jurnal Abdimas Mahakam, 4(1), 29–36. https://doi.org/10.24903/jam.v4i1.548

Maesaroh, N. (2018). Strategi komunikasi dalam sosialisasi perencanaan pembangunan kota melalui Bandung Planning Gallery. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Bisnis, 3(2), 112–118. http://jurnal.stiks-tarakanita.ac.id/index.php/JIK/article/view/167

Rabi’e, M., & Nurhidayati, S. (2018). Pengembangan model pembangunan budaya anti korupsi berbasis keluarga di Kelurahan Prenggan, Kota Yogyakarta. Integritas: Jurnal Anti Korupsi, 4 (1), 145-170. Retrieved from, https://jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas/issue/view/6

Tejokusumo, B. (2014). Dinamika masyarakat sebagai sumber belajar ilmu pengetahuan sosial. Jurnal Geo Edukasi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Geografi, 3 (1), 38-43, Retrieved from http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/GeoEdukasi/issue/view/74




DOI: https://doi.org/10.33292/mayadani.v1i2.16

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Masyarakat Berdaya dan Inovasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License
Masyarakat Berdaya dan Inovasi by https://mayadani.org/index.php/MAYADANI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View Mayadani My Stats