<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving and Interchange DTD v1.2 20190208//EN"
                  "JATS-archivearticle1.dtd">
<article xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" dtd-version="1.2" article-type="other">
<front>
<journal-meta>
<journal-id></journal-id>
<journal-title-group>
</journal-title-group>
<issn></issn>
<publisher>
<publisher-name></publisher-name>
</publisher>
</journal-meta>
<article-meta>
<permissions>
</permissions>
</article-meta>
</front>
<body>
<disp-quote>
  <p>Masyarakat Berdaya dan Inovasi 5 (1), 2024, 1-10</p>
  <p>Available online: https://mayadani.org/index.php/MAYADANI</p>
</disp-quote>
<p>Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Kegiatan Keagamaan di SMA
Negeri Mojogedang Kabupaten Karanganyar</p>
<sec id="alfian-eko-rochmawan1a-ngatmin-abbas1b-yetty-faridatul-ulfah1c-muhammad-jafar-nashir1d-husna-nashihin2e">
  <title>Alfian Eko Rochmawan<sup>1,a,*</sup>, Ngatmin
  Abbas<sup>1,b</sup>, Yetty Faridatul Ulfah<sup>1,c</sup>, Muhammad
  Ja'far Nashir<sup>1,d</sup>, Husna Nashihin<sup>2,e</sup></title>
  <disp-quote>
    <p><sup>1</sup>Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta Jln. Sadewa
    No. 14 Serengan Surakarta</p>
    <p><sup>2</sup>Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Jln.
    Suwandi-Suwardi Km. 1 Temanggung Jawa Tengah</p>
    <p><sup>a</sup><email>alfianecko@gmail.com</email><sup>*</sup>,
    <sup>b</sup><ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="mailto:ngatminabbas@gmail.com"><underline>ngatminabbas@gmail.com</underline>,</ext-link>
    <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="mailto:yettyfaridatululfah@iimsurakarta.ac.id"><sup>c</sup><underline>yettyfaridatululfah@iimsurakarta.ac.id</underline>,</ext-link>
    <sup>d</sup><ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="mailto:muhammadjafarnashir@gmail.com"><underline>muhammadjafarnashir@gmail.com</underline>,</ext-link>
    <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="mailto:aufahusna.lecture2017@gmail.com"><sup>e</sup><underline>aufahusna.lecture2017@gmail.com</underline></ext-link></p>
    <p><bold>Abstrak</bold></p>
    <p>Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi
    Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) antara Institut Islam Mamba'ul
    'Ulum Surakarta dan SMA Negeri Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.
    Fokus utama adalah penguatan profil pelajar Pancasila melalui
    kegiatan keagamaan, khususnya peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.,
    yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Oktober 2023. Metode pengabdian
    melibatkan partisipasi aktif pelajar dalam berbagai kegiatan
    spiritual, akademis, dan sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa
    integrasi nilai- nilai keagamaan dengan Pancasila dapat membentuk
    karakter pelajar yang seimbang dan berintegritas. Pengabdian kepada
    masyarakat ini memberikan kontribusi positif pada perkembangan siswa
    dan memperkuat ikatan antara lembaga pendidikan dan masyarakat.</p>
    <p><bold>Kata Kunci:</bold> Pengabdian Kepada Masyarakat, Profil
    Pelajar Pancasila, Kegiatan Keagamaan, Maulid Nabi Muhammad saw.</p>
    <p><bold>Abstract</bold></p>
    <p>This community service aims to illustrate the implementation of
    Community Service (PKM) between Mamba'ul 'Ulum Islamic Institute
    Surakarta and Mojogedang Public High School, Karanganyar Regency.
    The main focus is on strengthening the Pancasila student profile
    through religious activities, particularly the celebration of the
    Prophet Muhammad's birthday, held on Friday, October 6, 2023. The
    community service method involves the active participation of
    students in various spiritual, academic, and social activities. The
    results indicate that the integration of religious values with
    Pancasila can shape students with balanced and integral characters.
    This community service provides a positive contribution to the
    students' development and strengthens the bond between educational
    institutions and the community.</p>
    <p><bold>Keywords:</bold> Community Service, Pancasila Student
    Profile, Religious Activities, Celebration of the Prophet Muhammad's
    Birthday.</p>
  </disp-quote>
  <table-wrap>
    <table>
      <colgroup>
        <col width="34%" />
        <col width="66%" />
      </colgroup>
      <thead>
        <tr>
          <th><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="media/image1.png" />
            </disp-quote>
          </p></th>
          <th><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>This is an open access article under the
              <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/"><underline>CC–BY-SA</underline></ext-link>
              license.</p>
              <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="media/image2.png" />
            </disp-quote>
          </p></th>
        </tr>
      </thead>
      <tbody>
      </tbody>
    </table>
  </table-wrap>
</sec>
<sec id="pendahuluan">
  <title>PENDAHULUAN</title>
  <disp-quote>
    <p>Penguatan profil pelajar Pancasila melalui kegiatan keagamaan
    dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui
    peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Peringatan Maulid Nabi Muhammad
    saw. menjadi momentum istimewa untuk menggabungkan pemahaman
    Pancasila dalam konteks keagamaan (Zakarya, Hafidz, Martaputu,
    2023). Kegiatan tersebut menjadi panggung untuk membahas relevansi
    nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam
    perspektif ajaran</p>
    <p><inline-graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="media/image3.jpeg" /><inline-graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="media/image4.png" /><ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.30874/MAYADANI.v1i1.00001">https://doi.org/10.33292/mayadani.v5i1.155</ext-link>
    <email>info@mayadani.org</email></p>
    <p>agama Islam (Sumarjoko, Braham Maya Baratullah et al., 2023). Ini
    akan memperdalam makna nilai kebangsaan, sekaligus memperkaya
    dimensi spiritual pelajar.(Syam, 2018)</p>
    <p>Program pengabdian masyarakat dapat dirancang dengan kegiatan
    khusus selama peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., seperti seminar,
    diskusi kelompok, atau kegiatan sosial yang bersifat keagamaan. Ini
    memberikan peluang bagi pelajar untuk merenungkan peran Pancasila
    dalam membimbing kehidupan beragama dan bermasyarakat (Rhain et al.,
    2023), membentuk harmoni antara nilai-nilai kebangsaan dan ajaran
    agama. Integrasi antara program pengabdian masyarakat, kajian
    keagamaan, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dapat
    menciptakan atmosfer pendidikan yang harmonis, memperkaya pemahaman
    pelajar tentang kebangsaan, agama, dan moralitas dalam satu kesatuan
    yang elok.(Noviyanto, 2017)</p>
    <p>Pengabdian masyarakat ini bertujuan merespons kebutuhan akan
    pendidikan holistik di SMA Negeri Mojogedang, Karanganyar. Fokusnya
    adalah mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan
    (Muchamad Chairudin, 2023), khususnya selama peringatan Maulid Nabi
    Muhammad saw. Di tengah kecenderungan akademis yang dominan, program
    ini mengajak pelajar untuk memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai
    Pancasila melalui pendekatan kajian keagamaan yang kontekstual.</p>
    <p>Kabupaten Karanganyar, sebagai pusat kegiatan, memiliki peran
    penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pengabdian
    masyarakat ini menjawab tantangan globalisasi dengan menekankan
    pembentukan pondasi moral yang kuat (Triana et al., 2023) melalui
    penyelarasan nilai- nilai kebangsaan dan keagamaan.</p>
    <p>Menggunakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momen
    khusus, program ini ingin menciptakan keselarasan antara
    spiritualitas dan kebangsaan (Nurul Umah Fijanati, Hafidz, Sukadi,
    2023). Harapannya, pelajar yang terlibat dapat menghadapi dinamika
    kehidupan modern dengan integritas dan landasan moral yang seimbang.
    Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini menjadi langkah konkret
    dalam membentuk karakter pelajar yang berkepribadian kuat,
    berintegritas, dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam
    kehidupan sehari-hari.</p>
    <p>Isu utama dalam program kegiatan pengabdian kepada masyarakat
    dengan penguatan profil pelajar Pancasila melalui peringatan Maulid
    Nabi Muhammad saw. adalah tantangan integrasi nilai-nilai keagamaan
    dan kebangsaan.(Aziz, 2018) Diperlukan keseimbangan agar pendekatan
    ini tidak mengesampingkan esensi keagamaan atau merugikan
    nilai-nilai kebangsaan. Dialog terbuka dan perencanaan matang
    diperlukan untuk mengatasi isu ini.</p>
    <p>Masalah logistik dan implementasi juga menjadi fokus, dengan
    perhatian pada bagaimana menyelenggarakan kegiatan yang mencakup
    nilai-nilai keagamaan dan menjaga keberlanjutan serta dampak positif
    pada profil pelajar Pancasila. Kesadaran terhadap isu-isu ini
    memungkinkan pengembangan program yang lebih efektif, yang dapat
    menyelaraskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan secara holistik,
    mencapai dampak positif yang berkelanjutan pada karakter
    pelajar.</p>
    <p>Novelty atau kebaruan dari penelitian ini terletak pada
    pendekatan yang fokus pada penguatan profil pelajar Pancasila
    melalui kegiatan keagamaan di SMA Negeri Mojogedang, Kabupaten
    Karanganyar. Meskipun sudah ada penelitian terdahulu yang
    mendiskusikan pengaruh kegiatan keagamaan terhadap karakter pelajar,
    penelitian ini menghadirkan konteks unik di lingkungan sekolah
    tersebut.</p>
    <p>Penekanan pada integrasi nilai-nilai keagamaan dengan ajaran
    Pancasila sebagai landasan karakter menjadi ciri khasnya.
    Keberagaman kegiatan keagamaan, khususnya peringatan Maulid Nabi
    Muhammad saw., dijadikan sebagai instrumen utama untuk memperkuat
    nilai-nilai Pancasila dalam membentuk karakter pelajar (Nikita Nur
    Zulaecha, Hafidz, Biela Nanda Oktivibi Pertiwi, 2023). Dengan
    demikian, penelitian ini membuka jalan baru untuk mendalaminya
    dengan fokus yang lebih terarah pada penguatan profil pelajar
    Pancasila melalui kegiatan keagamaan, memberikan kontribusi
    signifikan terhadap pemahaman dan implementasi nilai-nilai tersebut
    dalam konteks pendidikan.</p>
    <p>Rumusan masalah utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat
    antara Institut Islam Mamba'ul Ulum (IIM) dan SMA Negeri Mojogedang
    Kabupaten Karanganyar dapat diuraikan dalam dua aspek. Pertama,
    bagaimana mencapai integrasi yang seimbang antara nilai-nilai
    keagamaan, terutama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., dan
    nilai-nilai Pancasila untuk mengembangkan profil pelajar, dengan
    meminimalkan potensi konflik atau ketegangan antara kedua
    nilai-nilai tersebut. Kedua, bagaimana merancang kegiatan pengabdian
    masyarakat yang merangkul</p>
    <p>pelajar secara holistik, melibatkan dimensi akademis, spiritual,
    dan sosial, untuk memberikan dampak positif yang signifikan pada
    perkembangan karakter pelajar. Dua aspek ini menjadi fokus utama
    dalam menjelajahi dan mengatasi tantangan dalam penyelarasan
    nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, serta dalam merancang kegiatan
    yang memenuhi kebutuhan holistik pelajar.</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="metode">
  <title>METODE</title>
  <disp-quote>
    <p>Dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan
    keagamaan (Hadisi et al., 2023), khususnya peringatan Maulid Nabi
    Muhammad saw., pada satu hari Jumat, 6 Oktober 2023, digunakan
    pendekatan yang terencana dan terstruktur.</p>
    <p>Rundown acara kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui
    peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada hari Jumat, 6 Oktober 2023
    sebagai berikut.</p>
    <p>Tabel 1 : Rundown acara</p>
  </disp-quote>
  <table-wrap>
    <table>
      <colgroup>
        <col width="19%" />
        <col width="46%" />
        <col width="35%" />
      </colgroup>
      <thead>
        <tr>
          <th><bold>Waktu</bold></th>
          <th><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p><bold>Kegiatan</bold></p>
            </disp-quote>
          </p></th>
          <th><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p><bold>Pemateri</bold></p>
            </disp-quote>
          </p></th>
        </tr>
      </thead>
      <tbody>
        <tr>
          <td>07.30 - 08.00</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Registrasi dan Pendaftaran Peserta</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Panitia</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
        <tr>
          <td>08.00 - 08.30</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Pembukaan Resmi dan Sambutan</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Sutopo, S.Pd.,M.Pd</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
        <tr>
          <td>08.30 - 10.00</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Kajian Keagamaan: <italic>&quot;Hikmah Maulid Nabi
              Muhammad&quot;</italic></p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Ngatmin Abbas, S.Ag., M.P.I.</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
        <tr>
          <td>10.00 - 10.30</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Ceramah: <italic>&quot;Harmonisasi Nilai Keagamaan dan
              Pancasila&quot;</italic></p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Alfian Eko Rochmawan, S.Pd.I., M.Pd.I.</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
        <tr>
          <td>10.30 - 11.30</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Diskusi: <italic>&quot;Implementasi Nilai-nilai dalam
              Kehidupan Sehari-hari&quot;</italic></p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Marsudi, S.Pd.</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
        <tr>
          <td>11.30 - 13.00</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Shalat Jumat Bersama</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Khatib : Alfian Eko Rochmawan, S.Pd.I., M.Pd.I.</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
        <tr>
          <td>13.00 - 13.30</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Doa Bersama dan Penutupan Resmi</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Sutopo, S.Pd.,M.Pd</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
        <tr>
          <td>13.30 - 14.00</td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Evaluasi dan Pembagian Materi Ajar</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
          <td><p specific-use="wrapper">
            <disp-quote>
              <p>Panitia</p>
            </disp-quote>
          </p></td>
        </tr>
      </tbody>
    </table>
  </table-wrap>
  <disp-quote>
    <p>Pertama, tahap persiapan melibatkan identifikasi tujuan spesifik
    dari kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang
    diintegrasikan dengan nilai-nilai kebangsaan. Perencanaan program
    mencakup pemilihan tema yang mendalam, penyusunan materi ajar yang
    menggabungkan aspek keagamaan dan Pancasila, serta koordinasi
    logistik untuk memastikan kelancaran acara.</p>
    <p>Tabel 2 : Metode Pengabdian</p>
  </disp-quote>
  <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="media/image5.png" />
  <disp-quote>
    <p>Kemudian, pada hari Jumat, 6 Oktober 2023, dilakukan implementasi
    program peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. melalui serangkaian
    kegiatan, seperti kajian keagamaan, ceramah, diskusi kelompok, dan
    doa bersama. Keterlibatan aktif peserta, termasuk siswa SMA Negeri
    Mojogedang dan masyarakat setempat, menjadi fokus utama untuk
    memastikan partisipasi yang maksimal.</p>
    <p>Selanjutnya, dilakukan evaluasi sepanjang kegiatan, dengan
    menggunakan metode observasi langsung, wawancara dengan peserta, dan
    analisis feedback untuk mengukur dampak positif, mendeteksi potensi
    perbaikan, serta mengevaluasi kesesuaian antara kegiatan keagamaan
    dan nilai-nilai Pancasila.</p>
    <p>Langkah terakhir adalah refleksi dan penyusunan laporan hasil
    kegiatan. Dalam tahap ini, hasil evaluasi digunakan sebagai dasar
    untuk mengevaluasi kesuksesan program dan merencanakan langkah-
    langkah berikutnya. Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan
    pengabdian kepada masyarakat melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad
    saw. pada hari tersebut dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara
    holistik dan memberikan dampak positif yang signifikan</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="hasil-dan-pembahasan">
  <title>HASIL DAN PEMBAHASAN</title>
  <disp-quote>
    <p><bold>Profil Pelajar Pancasila</bold></p>
    <p>Profil pelajar Pancasila memunculkan gambaran tentang karakter
    siswa yang terintegrasi dengan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
    Dimensi-dimensi yang terlibat dalam pembentukan profil ini
    menjadikan siswa sebagai individu yang beriman dan bertakwa,
    menggambarkan kesadaran spiritual dan kepatuhan kepada Tuhan Yang
    Maha Esa.(Irawati, Iqbal, Hasanah, &amp; Arifin, 2022) Dalam
    kesehariannya, siswa berakhlak mulia dengan menunjukkan perilaku
    jujur, adil, dan toleran, serta kemampuan untuk mengendalikan diri
    dan berinteraksi secara etis.</p>
    <p>Dimensi berkebhinekaan global menjadi penting dalam konteks
    menghadapi era globalisasi. Profil ini menciptakan siswa yang
    menerima dan menghargai keberagaman budaya dan agama, serta dapat
    beradaptasi dengan lingkungan multikultural.(Mahfud, 2023) Semangat
    gotong royong dan kerjasama yang tercermin dalam profil pelajar
    Pancasila mengajarkan siswa untuk menjadi agen perubahan yang
    membangun kekuatan bersama, menciptakan lingkungan sosial yang
    harmonis.(Mooduto &amp; Otaya, 2023)</p>
    <p>Mandiri, dalam interpretasi profil ini, mencakup kemampuan siswa
    untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan dan keputusan pribadi,
    serta menunjukkan inisiatif dan kemandirian. Siswa juga didorong
    untuk bernalar kritis dan kreatif, mengembangkan kemampuan berpikir
    analitis dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan.(Mustari,
    2022)</p>
  </disp-quote>
  <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="media/image8.jpeg">
    <alt-text>D:\JOURNAL\Alfian_1.jpeg</alt-text>
  </graphic>
  <disp-quote>
    <p>Gambar 1: Siswa Siswi SMA Negeri Mojogedang Karanganyar</p>
    <p>Dalam sambutannya, Sutopo, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMA
    Negeri Mojogedang Karanganyar, menekankan urgensi penguatan profil
    pelajar Pancasila dengan mengaitkan nilai-nilai keagamaan, khususnya
    keteladanan dan karakter Nabi Muhammad saw. Sebagai sosok suri
    teladan, Nabi Muhammad saw. menjadi landasan utama dalam membentuk
    karakter pelajar, bukan hanya sebagai contoh untuk masa kini, namun
    juga sebagai pedoman yang relevan sepanjang zaman.</p>
    <p>Beliau menyoroti bahwa penguatan profil pelajar Pancasila tidak
    hanya mencakup dimensi akademis, tetapi juga dimensi spiritual dan
    moral. Keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam beriman, bertakwa,
    berakhlak mulia, dan berkebhinekaan global menjadi inspirasi untuk
    diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini,
    menurutnya, merupakan langkah signifikan dalam menjawab tantangan
    zaman yang terus berkembang.</p>
    <p>Sutopo menegaskan bahwa dengan mengaitkan profil pelajar
    Pancasila dengan keteladanan Nabi Muhammad saw., sekolah tidak hanya
    menciptakan generasi pintar, tetapi juga generasi yang memiliki
    kepribadian dan etika yang tinggi. Dengan demikian, profil pelajar
    bukan hanya mencerminkan keunggulan akademis, tetapi juga integritas
    moral yang melekat dalam kepribadian setiap siswa. Beliau berharap
    bahwa melalui pendekatan ini, SMA Negeri Mojogedang dapat menjadi
    lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan pelajar cerdas,
    tetapi juga manusia yang berkontribusi positif pada masyarakat dan
    negara.</p>
    <p>Dengan menggabungkan dimensi-dimensi ini, profil pelajar
    Pancasila menciptakan landasan yang kokoh untuk membentuk generasi
    penerus yang cerdas secara akademis, kreatif, dan berintegritas
    moral tinggi. Profil ini tidak hanya membekali siswa dengan
    pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang mampu berkontribusi
    positif pada masyarakat dan menghadapi dinamika global dengan penuh
    kearifan.</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="hikmah-maulid-nabi-muhammad-saw">
  <title>Hikmah Maulid Nabi Muhammad saw</title>
  <disp-quote>
    <p><inline-graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="media/image9.jpeg" />Hikmah
    peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. memiliki dampak yang mendalam
    pada penguatan profil pelajar Pancasila. Pertama-tama, perayaan
    Maulid menghadirkan kesempatan untuk merenung dan meneladani
    ajaran-ajaran Nabi sebagai pedoman hidup. Nilai-nilai seperti
    kejujuran, keadilan, dan kasih sayang yang diterapkan oleh Nabi
    menjadi inspirasi bagi siswa untuk memperkuat akhlak mulia dan
    berakhlak Pancasila.(Sofiyana et al., 2021)</p>
    <p>Dengan mengaitkan hikmah Maulid pada profil pelajar Pancasila,
    siswa diajak untuk mengeksplorasi konsep gotong royong dan
    kebersamaan yang diperjuangkan oleh Nabi dalam membangun masyarakat
    Madinah.(Machendrawaty &amp; Safei, 2001) Hal ini dapat merangsang
    semangat kebersamaan dan kerjasama di antara siswa, memberikan
    kontribusi positif dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.</p>
    <p>Maulid Nabi juga memberikan pelajaran tentang toleransi dan
    menghormati perbedaan, mengingat Nabi Muhammad saw. mengajarkan
    untuk saling menghormati dan bersikap adil terhadap</p>
    <p>Copyright © 2024, Masyarakat Berdaya dan Inovasi, ISSN
    2721-8228</p>
    <p>semua orang tanpa memandang suku, agama, atau ras. Dengan
    menginternalisasi nilai-nilai ini, siswa dapat menjadi agen
    perdamaian dan keharmonisan dalam keberagaman.</p>
    <p>Selanjutnya, peringatan Maulid mengajarkan tentang kemandirian
    dan keteladanan. Nabi Muhammad saw. dikenal sebagai sosok yang
    mandiri dan memiliki integritas tinggi dalam segala aspek kehidupan.
    Mengaitkan nilai-nilai ini dengan penguatan profil pelajar Pancasila
    menginspirasi siswa untuk mengembangkan kepemimpinan yang adil,
    bertanggung jawab, dan memiliki semangat mandiri. Hal ini
    sebagaimana disampaikan oleh Ngatmin Abbas, S.Ag, M.P.I.,
    menambahkan dimensi keagamaan pada hikmah Maulid Nabi Muhammad saw.
    menjadi landasan yang kuat untuk memperkaya dan memperdalam
    penguatan profil pelajar Pancasila. Beliau menekankan bahwa ajaran
    Nabi Muhammad saw. bukan hanya sekadar contoh etika hidup, tetapi
    juga sebagai panduan spiritual yang dapat memberikan makna dan
    tujuan yang lebih dalam dalam kehidupan siswa.</p>
    <p>Penguatan profil pelajar Pancasila tidak bisa terlepas dari akar
    nilai-nilai keagamaan, dan Maulid Nabi Muhammad saw. merupakan
    momentum penting untuk menggali nilai-nilai kearifan spiritual
    tersebut. Ia menegaskan bahwa keteladanan Nabi dalam beriman dan
    bertakwa menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter siswa yang
    tangguh dan berakhlak mulia.</p>
    <p>Menurut Ngatmin Abbas, nilai-nilai seperti kasih sayang,
    kejujuran, dan keteladanan sosial yang diajarkan oleh Nabi dapat
    memberikan landasan konkret dalam mengaplikasikan nilai-nilai
    Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menghubungkan dimensi
    keagamaan ini, profil pelajar Pancasila tidak hanya berupa konsep,
    melainkan menjadi pedoman hidup yang mengakar dalam nilai-nilai
    agama dan moral.</p>
  </disp-quote>
  <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="media/image10.jpeg" />
  <disp-quote>
    <p>Dengan merangkai hikmah Maulid Nabi Muhammad saw. dengan
    penguatan profil pelajar Pancasila, sekolah tidak hanya menjadi
    lembaga pendidikan tetapi juga wadah pembentukan karakter yang
    kokoh. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi
    juga menjadi individu yang berintegritas, berkebhinekaan global, dan
    siap berkontribusi positif pada masyarakat dan bangsa.</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="harmonisasi-nilai-keagamaan-dan-pancasila">
  <title>Harmonisasi Nilai Keagamaan dan Pancasila</title>
  <disp-quote>
    <p>Harmonisasi nilai keagamaan dan Pancasila merupakan upaya
    menciptakan keselarasan antara ajaran agama dan prinsip-prinsip
    dasar negara. Ini merupakan konsep yang mendalam dan penting dalam
    membangun masyarakat yang berlandaskan toleransi, saling
    menghormati, dan keberagaman.(Sembiring &amp; Rohimah, 2021)
    Harmonisasi ini bukanlah penggabungan atau penghilangan nilai-nilai
    agama, tetapi lebih pada integrasi yang seimbang untuk menciptakan
    kehidupan berbangsa yang adil, rukun, dan berkeadilan.</p>
    <p>Dalam konteks ini, menurut (Sembiring &amp; Rohimah, 2021)
    harmonisasi nilai keagamaan dan Pancasila dapat diartikan sebagai
    proses menyelaraskan ajaran agama dengan prinsip-prinsip dasar
    negara Indonesia. Artinya, nilai-nilai moral dan spiritual yang
    ditanamkan oleh agama diarahkan untuk mendukung dan memperkaya
    nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, persatuan, dan keadilan
    sosial.</p>
    <p>Ini menciptakan suatu lingkungan di mana setiap individu dapat
    menjalankan kepercayaan dan keyakinannya tanpa mengabaikan
    prinsip-prinsip dasar persatuan dan kesatuan.</p>
    <p>Harmonisasi ini juga berarti menjadikan nilai-nilai keagamaan
    sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan masyarakat yang inklusif
    dan menghormati keberagaman. Dalam hal ini, peringatan Maulid Nabi
    Muhammad saw. bisa dijadikan sebagai contoh, di mana nilai-nilai
    seperti kasih sayang, kejujuran, dan keadilan yang diajarkan Nabi
    menjadi landasan bagi harmonisasi ini.</p>
    <p>Selanjutnya, harmonisasi nilai keagamaan dan Pancasila dapat
    menciptakan atmosfer positif di mana setiap individu merasa dihargai
    dan memiliki kontribusi uniknya dalam pembangunan bangsa.</p>
    <p>Dengan adanya keselarasan ini, diharapkan masyarakat dapat hidup
    berdampingan dalam perdamaian dan saling mendukung untuk mencapai
    tujuan bersama.</p>
    <p>Menurut Alfian Eko Rochmawan, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam
    memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., harmonisasi nilai keagamaan
    dan Pancasila memiliki arti penting yang mendalam bagi penguatan
    karakter pelajar di SMA Negeri Mojogedang Karanganyar. Beliau
    menekankan bahwa momen Maulid Nabi adalah kesempatan emas untuk
    membimbing siswa dalam memahami dan mengintegrasikan ajaran Islam
    dengan nilai-nilai Pancasila.</p>
  </disp-quote>
  <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="media/image11.jpeg">
    <alt-text>C:\Users\Lenovo\Downloads\WhatsApp Image 2023-11-25 at
    16.37.59.jpeg</alt-text>
  </graphic>
  <disp-quote>
    <p>Gambar 4 : Penyampaian Materi oleh Alfian Eko Rochmawan,
    M.Pd.I.</p>
    <p>Dalam konteks pendidikan di SMA Negeri Mojogedang, Alfian
    menyatakan bahwa harmonisasi nilai keagamaan dan Pancasila bertujuan
    untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis,
    tetapi juga memiliki moralitas dan kepribadian yang kuat. Peringatan
    Maulid Nabi, menurutnya, bukan hanya sebagai upacara keagamaan,
    melainkan sebagai panggung untuk menggali makna dan aplikasi nyata
    ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
    <p>Nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, dan kasih sayang yang
    diajarkan dalam Islam dapat menjadi landasan yang kuat dalam
    mengaplikasikan prinsip-prinsip Pancasila, seperti Bhinneka Tunggal
    Ika dan gotong royong. Melalui integrasi ini, siswa diharapkan mampu
    mengembangkan sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama,
    dan semangat kerjasama yang tinggi.</p>
    <p>Alfian Eko Rochmawan menegaskan bahwa penguatan karakter pelajar
    dengan mengaitkan harmonisasi nilai keagamaan dan Pancasila membantu
    siswa membangun identitas yang seimbang antara ketaatan beragama dan
    keberpihakan pada nilai-nilai kebangsaan.</p>
    <p>Dengan demikian, siswa di SMA Negeri Mojogedang diarahkan untuk
    menjadi individu yang berkualitas, baik secara akademis maupun
    moral, serta dapat memberikan kontribusi positif dalam memperkuat
    keberagaman dan keharmonisan di tengah masyarakat.</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="implementasi-nilai-nilai-dalam-kehidupan-sehari-hari">
  <title>Implementasi Nilai-nilai dalam Kehidupan Sehari-hari</title>
  <disp-quote>
    <p>Dalam menjalankan pendidikan karakter, menurut (Mulyasa, 2022)
    sekolah dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang bersumber dari
    perilaku Nabi Muhammad saw. Nilai kejujuran, yang menjadi ciri utama
    Nabi sebagai Al-Amin, dapat diintegrasikan dalam kehidupan
    sehari-hari siswa di sekolah. Kasih sayang, sebuah sifat yang sangat
    ditekankan dalam ajaran Nabi, juga dapat menjadi dasar pembentukan
    sikap empati dan kepedulian di antara siswa.</p>
    <p>Selain itu, nilai keadilan yang ditekankan oleh Nabi Muhammad
    saw. dapat diwujudkan melalui perlakuan adil terhadap semua siswa,
    tanpa memandang latar belakang atau status sosial. Keberagaman dalam
    masyarakat, seperti yang dihayati Nabi, juga bisa menjadi landasan
    untuk mendorong toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan di
    lingkungan sekolah.(Husna, 2022) Semangat kerjasama dan gotong
    royong, yang menjadi prinsip dalam kehidupan Nabi Muhammad saw.,
    dapat diimplementasikan melalui kolaborasi antarsiswa dan semangat
    saling membantu di dalam lingkungan sekolah. Kemandirian siswa dapat
    dikembangkan dengan mendorong inisiatif, tanggung jawab, dan
    kepercayaan diri.</p>
    <p>Menurut Marsudi, S.Pd., seorang guru pendidikan agama Islam
    (PAI), implementasi nilai-nilai yang bersumber dari perilaku Nabi
    Muhammad saw. sangatlah penting dalam penguatan profil pelajar
    Pancasila di SMA Negeri Mojogedang Karanganyar. Beliau menekankan
    bahwa pendidikan agama Islam tidak hanya berfokus pada aspek ritual,
    tetapi juga sebagai wahana untuk membentuk karakter yang sesuai
    dengan nilai-nilai kebangsaan. Marsudi menyatakan perlunya
    mengintegrasikan ajaran Islam dengan nilai-nilai Pancasila untuk
    menciptakan keselarasan antara dimensi keagamaan dan kebangsaan.
    Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami dan menerapkan
    ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadikan
    nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral yang memperkaya
    karakter mereka.</p>
    <p>Implementasi nilai kejujuran, kasih sayang, keadilan, dan
    toleransi, yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad saw., dapat
    menjadi pilar utama dalam penguatan profil pelajar Pancasila.
    Melalui pembelajaran PAI, siswa dapat memahami makna dan aplikasi
    konkret dari nilai-nilai ini dalam kehidupan mereka.(Ainissyifa,
    2017)</p>
    <p><inline-graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="media/image12.jpeg" />Gambar
    5 : Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Hadrah</p>
    <p>siswa yang</p>
    <p>memiliki kesadaran sebagai warga negara yang baik. Dengan
    menginternalisasi nilai-nilai tersebut, siswa diharapkan mampu
    berkontribusi secara positif dalam membangun keharmonisan dan
    keberagaman di masyarakat. Implementasi nilai-nilai keagamaan dalam
    penguatan profil pelajar Pancasila dapat menciptakan generasi yang
    tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan
    memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="simpulan">
  <title>SIMPULAN</title>
  <disp-quote>
    <p>Penelitian ini menunjukkan bahwa harmonisasi antara nilai-nilai
    keagamaan, terutama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., dan
    nilai-nilai Pancasila dapat membentuk lingkungan</p>
    <p>pendidikan yang dinamis dan inklusif. Integrasi nilai-nilai ini
    tidak hanya berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi juga
    diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui peringatan Maulid
    dan kegiatan pengabdian masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa
    nilai-nilai keagamaan dan Pancasila, melalui pendekatan holistik,
    memberikan dampak positif yang signifikan pada perkembangan karakter
    pelajar dan masyarakat.</p>
    <p>Pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nyata temuan
    penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dan Pancasila
    dapat memberikan dampak positif yang nyata pada karakter pelajar dan
    masyarakat. Kesimpulan ini mendorong pengembangan pendekatan
    terintegrasi dalam dunia pendidikan untuk menciptakan siswa pintar
    dan warga negara yang berintegritas, serta memberikan kontribusi
    positif pada kemajuan masyarakat dan negara. Dengan demikian,
    penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya
    harmonisasi nilai-nilai keagamaan dan Pancasila dalam konteks
    pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="ucapan-terima-kasih">
  <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
  <disp-quote>
    <p>Tim Pengabdi mengucapkan terima kasih atas dukungan dalam program
    Pengabdian Kepada Masyarakat antara Institut Islam Mamba'ul 'Ulum
    dan SMA Negeri Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Kerjasama ini,
    terkait erat dengan kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid
    Nabi Muhammad saw., menciptakan lingkungan dinamis dan
    inklusif.Terima kasih pada semua pihak yang berkontribusi dengan
    sepenuh hati, dari penyelenggaraan peringatan Maulid hingga
    partisipasi aktif pelajar dalam kegiatan keagamaan. Semoga kerjasama
    ini bukan hanya momentum berharga dalam penguatan nilai-nilai
    keagamaan dan Pancasila, tetapi juga landasan untuk terus
    mengintegrasikan kegiatan keagamaan dalam pendidikan.</p>
    <p>Dengan bersama-sama, diharapkan generasi pelajar yang
    berintegritas, berkebhinekaan, dan memiliki landasan spiritual yang
    kuat dapat terbentuk. Terima kasih atas dedikasi dan semangat
    bersama. Tim Pengabdi berkomitmen untuk terus menjalankan program
    ini sebagai wujud nyata komitmen dalam membentuk masa depan yang
    lebih baik melalui integrasi nilai-nilai keagamaan dan kegiatan
    keagamaan yang mendalam.</p>
  </disp-quote>
</sec>
<sec id="daftar-pustaka">
  <title>DAFTAR PUSTAKA</title>
  <disp-quote>
    <p>Ainissyifa, H. J. J. P. U. (2017). Pendidikan karakter dalam
    perspektif pendidikan Islam. <italic>8</italic>(1), 1-26. Aziz, M.
    (2018). <italic>Merawat Kebinekaan</italic>: Elex Media
    Komputindo.</p>
    <p>Hadisi, L., Hakim, M. R., Musthan, Z., Nashihin, H., &amp;
    Kendari, I. (2023). Implementation of Learning Management In
    Building an Attitude of Religious Tolerance at State High Schools In
    The Muna District. <italic>Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan
    Islam</italic>, <italic>c</italic>, 1879–1892.
    https://doi.org/10.30868/ei.v12i03.4296</p>
    <p>Husna, H. Z. (2022). Moderasi Beragama Perspektif Al-Quran
    sebagai Solusi terhadap Sikap Intoleransi. <italic>Al-Mutsla,
    4</italic>(1), 41-53.</p>
    <p>Irawati, D., Iqbal, A. M., Hasanah, A., &amp; Arifin, B. S. J. E.
    J. P. (2022). Profil pelajar Pancasila sebagai upaya mewujudkan
    karakter bangsa. <italic>6</italic>(1), 1224-1238.</p>
    <p>Machendrawaty, N., &amp; Safei, A. A. (2001).
    <italic>Pengembangan Masyarakat Islam</italic>: PT Remaja Rosdakarya
    Offset–bandung.</p>
    <p>Mahfud, M. J. I. J. P. D. S. K. (2023). Kebijakan Pendidikan
    Karakter Melalui Profil Pelajar Pancasila Dalam Konteks Perubahan
    Sosial: Literature Review. <italic>3</italic>(2), 1-25.</p>
    <p>Mooduto, M. N., &amp; Otaya, L. G. J. A.-R. J. P. A. I. (2023).
    Insersi Nilai Gotong Royong Melalui Profil Pelajar Pancasila.
    <italic>2</italic>(2), 100-110.</p>
    <p>Mulyasa, H. (2022). <italic>Manajemen pendidikan
    karakter</italic>: Bumi Aksara.</p>
    <p>Mustari, M. (2022). <italic>Manajemen pendidikan di era merdeka
    belajar</italic>: Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati
    Bandung.</p>
    <p>Muchamad Chairudin, H. N. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak
    dalam Al-Quran Surat Yusuf Ayat 13-20 Kajian Tafsir Al Misbah Karya
    M. Quraish Shihab. <italic>Attractive : Innovative Education
    Journal</italic>, <italic>5</italic>(2), 754–765.</p>
    <p>Nikita Nur Zulaecha, Hafidz, Biela Nanda Oktivibi Pertiwi, H. N.
    (2023). Pemanfaatan Media Sosial sebagai Dakwah Digital dalam
    Penyiaraan Agama Kalangan Kaum Milenial di Instagram (Ustadz Hanan
    Attaki). <italic>Attractive : Innovative Education Journal</italic>,
    <italic>4</italic>(1), 1–12.</p>
    <p>Nurul Umah Fijanati, Hafidz, Sukadi, H. N. (2023). Etika Dakwah
    Menurut Pandangan Habib Husein Jafar Al Hadar dalam Channel Youtube
    Jeda Nulis. <italic>Attractive : Innovative Education
    Journal</italic>, <italic>4</italic>(1), 1–12.</p>
    <p>Noviyanto, R. (2017). <italic>Implementasi Pendidikan Karakter
    Melalui Kegiatan Keagamaan di Mi Mathla’ul Anwar Landbaw Kecamatan
    Gisting Kabupaten Tanggamu.</italic> UIN Raden Intan Lampung,</p>
    <p>Rhain, A., Hafidz, Nashihin, H., Srihananto, T. H., &amp;
    Hermawati, T. (2023). Tahsin Reading Assistance for Islamic Boarding
    School Tahfidz Qur’an Muhammadiyah Daarul Arqom Sawahan Ngemplak
    Boyolali. <italic>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari</italic>,
    <italic>2</italic>(1), 27–44.
    https://doi.org/10.55927/jpmb.v2i1.2729</p>
    <p>Sembiring, I. H. R. U., &amp; Rohimah, I. (2021).
    <italic>Membangun Karakter Berwawasan Kebangsaan</italic>: Media
    Nusa Creative (MNC Publishing).</p>
    <p>Sofiyana, M. S., Ahdiyat, M., Iskandar, A. M., Hairunisya, N.,
    Usriyah, L., Dwiantara, L., . . . Gunawan,</p>
    <p>B. P. (2021). <italic>PANCASILA, Merdeka Belajar dan Kemerdekaan
    Pendidik</italic>: Unisma Press. Syam, H. N. (2018). <italic>Demi
    Agama, Nusa dan Bangsa</italic>: Prenada Media.</p>
    <p>Sumarjoko, Braham Maya Baratullah, A. A., Musthan, Z., Ulfa, H.,
    Sarwadi, Ahmadi, &amp; Nashihin, H. (2023). Pesantren Property :
    Case study in Pesantren Property Ploso , Banguncipto Village ,
    Sentolo District , Kulon Progo Regency. <italic>Namibian
    Studies</italic>, <italic>33</italic>, 3399–3415.</p>
    <p>Triana, N., Yahya, M. D., Nashihin, H., Sugito, S., &amp;
    Musthan, Z. (2023). Integrasi Tasawuf Dalam Pendidikan Islam dii
    Pondok Pesantren. <italic>Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan
    Islam</italic>, <italic>12</italic>(01), 299– 314.
    https://doi.org/10.30868/ei.v12i01.2917</p>
    <p>Zakarya, Hafidz, Martaputu, H. N. (2023). Peran Guru Pendidikan
    Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar peserta didik di SMA
    Muhammadiyah 1 Surakarta. <italic>Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam
    Kurikulum Nasional</italic>, <italic>2</italic>(2), 1–13.</p>
  </disp-quote>
</sec>
</body>
<back>
</back>
</article>
